Terimakasih Tuhan
Engkau telah mengatur semesta melakukan konspirasinya.
Mengatur waktu dan tempat, hingga mengatur sebuah kejadian.
Yang akhirnya pertemuan aku dengannya tercipta.
Siapa aku?
Siapa dia?
Dua orang yang sempat mengenal di masa lalu.
Dua orang yang hanya sebatas mengenal nama.
Tanpa pernah sekalipun bertegur sapa.
Pertemuan pertama memberikan kesan tak terduga.
Bagaimana bisa, begitu nyaman dengan orang yang baru?
Seolah bisa membuat hati dan mulut dengan mudahnya bercerita.
Tanpa ragu, sampai melupakan sang waktu.
Aneh.
Masalah hati memang tak selalu sejalan dengan logika.
Cukup dinikmati tanpa perlu bertanya.
R.g